semua berawat dari satu tetes air
mata yang suci di hari kamis 27 may 1993, yang dimana seorang Ibu sedang
bertaruh nyawa untuk anaknya tercinta, detik demi detik dia terus menahan rasa
sakit yang mendalam waktupun terus berjalan dan dia terus berusaha keras dengan
penuh pengor banan berat dan menyakitkan , terus dan terus dia berusaha hingga tenaga terakhir habis, akhirnya
pengorbanan berat itu berbuah hasil juga yang dimana saat itu saya pertama
kalinya menarik nafas pertama ku di dunia ini
dimana
lahirnya aku Ibtida Amirul Mukminin dengan penuh kasih sayang dari seorang Ibu
dan mengunakan pengorbanan tenaga yang tidak sedikit, akupun di besarkan dengan
penuh kasih sayang yang berbumbu cinta dan kasih seorang ibu ke aku, akupun
dirawat dengan tanggan yang dipenuhi kasih sayang dengan sentuhan yang lembut
beserta perhatian yang lebih tertuju pada anak yak ”Aku”
Hari
demi haripun berganti dan bulan demi bulan terus berjalan seiring tahun demi
tahunpun terus berubah dan tak kembali, tibalah akupun mulai beranjak besar
oleh kasih sayang seorang Ibu yang mendalam dengan pembelajaran yang mendasar,
sampai di situpun Ibu ku tak berhenti tuk membimbing ku akan arti kehidupan dan
mengajari ku bangaimana harus menjalani kehidupan ini agar sempurna
Dan tak
jarang Ibu ku berusaha agar aku tetap nyaman dan aman walau jasmani dan rohani
ku, Ibu kupun terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan tenaga
dan keringan dia sendiari




Tidak ada komentar:
Posting Komentar