Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 15 November 2011

Manusia yang paling kusayang


semua berawat dari satu tetes air mata yang suci di hari kamis 27 may 1993, yang dimana seorang Ibu sedang bertaruh nyawa untuk anaknya tercinta, detik demi detik dia terus menahan rasa sakit yang mendalam waktupun terus berjalan dan dia terus berusaha keras dengan penuh pengor banan berat dan menyakitkan , terus dan terus dia berusaha  hingga tenaga terakhir habis, akhirnya pengorbanan berat itu berbuah hasil juga yang dimana saat itu saya pertama kalinya menarik nafas pertama ku di dunia ini
                dimana lahirnya aku Ibtida Amirul Mukminin dengan penuh kasih sayang dari seorang Ibu dan mengunakan pengorbanan tenaga yang tidak sedikit, akupun di besarkan dengan penuh kasih sayang yang berbumbu cinta dan kasih seorang ibu ke aku, akupun dirawat dengan tanggan yang dipenuhi kasih sayang dengan sentuhan yang lembut beserta perhatian yang lebih tertuju pada anak yak ”Aku”
                Hari demi haripun berganti dan bulan demi bulan terus berjalan seiring tahun demi tahunpun terus berubah dan tak kembali, tibalah akupun mulai beranjak besar oleh kasih sayang seorang Ibu yang mendalam dengan pembelajaran yang mendasar, sampai di situpun Ibu ku tak berhenti tuk membimbing ku akan arti kehidupan dan mengajari ku bangaimana harus menjalani kehidupan ini agar sempurna
                Dan tak jarang Ibu ku berusaha agar aku tetap nyaman dan aman walau jasmani dan rohani ku, Ibu kupun terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan tenaga dan keringan dia sendiari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar